Puisi

Kahlil Gibran: Nyanyian Hujan

Aku adalah butir-butir perakyang dijatuhkan dari surga oleh para dewa.Alam memungutku,untuk menghiasi padang dan lembahnya. Aku adalah mutiara indahyang direnggut dari mahkota Ishtar oleh putri sang fajaruntuk menghiasi taman. Saat aku menangis bumi tertawa,saat aku merendahkan diri bunga-bunga kegirangan,saat aku membungkuk semuanya bergembira. Padang dan awan adalah sepasang kekasih,dan di antara keduanya, akulah yang membawa… Continue reading Kahlil Gibran: Nyanyian Hujan

Filsafat

Makna kata Jancuk dalam Tinjauan Hermeneutika Antropologis Cliford Geertz

|Oleh: Muhammad Taufiq Sebuah kata yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Kata ini mulai terdengar di telinga saya ketika pertama kali ke Yogyakarta untuk menempuh pendidikan tinggi di sini. Penasaran pun mulai timbul, karena kata ini muncul di tempat-tempat umum. Baik itu di jalan, di angkringan, di tongkrongan anak-anak muda, dan lain-lain. Saya mendengar kata… Continue reading Makna kata Jancuk dalam Tinjauan Hermeneutika Antropologis Cliford Geertz

Puisi

Aku Ingin

| Oleh: Muhammad Taufiq Aku ingin kuliah di luar Negeri, demi insta stori.Aku ingin kuliah di Jogjakarta demi tempat wisata. Aku ingin kuliah di Jakarta biar terlihat ngota.Aku ingin kuliah di kampus favorit biar kelihatan banyak duit.Aku ingin kuliah di mana-mana karena niatku sudah kemana-mana.Aku ingin, aku ingin, aku ingin, aku ingin....Ooh.. ada apa dengan… Continue reading Aku Ingin

Repost

Demokrasi Pseudo-Komedi

Rumah Filsafat

Image result for comedy surrealism" High on Films

Oleh Reza A.A Wattimena

Minggu lalu, seorang mahasiswa bertanya kepada saya. “Apa pendapat bapak soal susunan kabinet pemerintahan yang baru ini (2019-2024)?” Saya menjawab singkat, “Inilah tanda dari demokrasi dagelan, yakni demokrasi yang berbalut komedi, namun komedi yang tidak lucu.”

Memang, politik di Indonesia adalah politik yang unik. Banyak hal lucu yang terjadi. Namun, kelucuan itu berbarengan dengan rasa kecewa. Inilah demokrasi yang berbalut psedo-komedi.

Lihat pos aslinya 558 kata lagi

Puisi

Aku Tak Pantas

| Oleh: Muhammad Taufiq |Aku memang tak pantas untuk menyandang gelar, apa pun itu.Sebagai orang yang beragama Islam aku merasa bangga, dididik oleh orang-orang yang shaleh itu.Tapi di sisi lain aku merasa tak pantas sebagai orang Islam.Aku jauh dari agama Islam yang sesungguhnya.Aku tak bisa banyak berbuat apa-apa untuk Islam.Islam itu terlalu suci untuk diriku… Continue reading Aku Tak Pantas

Puisi

Keadilan ala Pendebat

Oleh: Muhammad Taufiq Memakai ego Mereka berdebat mencari kebenaran Yang tertindas adalah yang kalah Yang berkuasalah yang menang Kemenangan dengan mencabut keadilan dari akarnya Tak ada kebijaksanaan, tak perlu! Keadilan dan kebijaksanaan adalah omong kosong! Selalu saja dikotomi, tapi itulah akalmu! Akal-akalan.!!! Mereka berteriak tegakkan keadilan.! Kemarin juga mereka bilang, "Adillah sejak dalam pikiran" Lalu,… Continue reading Keadilan ala Pendebat

Humor

Hukum Sholat Berjama’ah | Oleh: Muhammad Taufiq

Foto: Dok. Pesantren Ulil Albab, Yogyakarta. Assalamu'alaikum Wr.WbUstadz, saya mau bertanya beberapa hal mengenai hukum sholat berjama'ah, yaitu: pertama, bagaimana hukum sholat berjama'ah dengan mantan? Dan yang kedua, bagaimana hukum sholat berjama'ah dengan selingkuhan? Sekian dan terima kasih Ustadz.Wassalamu'alaikum Wr.Wb_____________________________Wa'alaikumussalam Wr.WbSaudara yang budiman, semoga selalu dalam keadaan sehat dan dirahmati Allah SWT. Menanggapi dua persoalan… Continue reading Hukum Sholat Berjama’ah | Oleh: Muhammad Taufiq